infoproperti


Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau anggota berasal dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lesse lewat sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk:

Digunakan di dalam memproduksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif. Dijual di dalam kesibukan bisnis sehari-hari. Untuk mampu mengklasifikasikan suatu properti sebagai properti investasi, perlu mencukupi ke dua beberapa syarat berikut:

Tujuan penggunaan (rental dan/atau kenaikan nilai), dan Jenis kepemilikan (dimiliki sendiri atau lewat sewa pembiayaan). Contoh properti investasi adalah: https://www.yukampus.com

Tanah yang dikuasai di dalam jangka panjang untuk kenaikan nilai dan bukan untuk dijual jangka pendek di dalam kesibukan bisnis sehari-hari. Tanah yang dikuasai sementara ini yang penggunaannya di era depan belum ditentukan. (Jika entitas belum pilih penggunaan tanah sebagai properti yang digunakan sendiri atau bakal dijual jangka pendek di dalam kesibukan bisnis sehari-hari, maka tanah tersebut diakui sebagai tanah yang dimiliki di dalam rangka kenaikan nilai.) Bangunan yang dimiliki oleh entitas (atau dikuasai oleh entitas lewat sewa pembiayaan) dan disewakan kepada pihak lain lewat satu atau lebih sewa operasi. Bangunan yang belum terpakai tetapi tersedia untuk disewakan kepada pihak lain lewat satu atau lebih sewa operasi Properti di dalam sistem pembangunan atau pengembangan yang di era depan digunakan sebagai properti investasi. Yang bukan merupakan perumpamaan properti investasi adalah:

Properti yang dimaksudkan untuk dijual di dalam kesibukan usaha-sehari-hari atau sedang di dalam sistem pembangunan atau pengembang untuk dijual. Properti di dalam sistem pembangunan atau pengembangan atas nama pihak ketiga. Properti yang digunakan sendiri, terhitung properti yang dikuasai untuk digunakan di era depan sebagai properti yang digunakan sendiri, properti yang dimilik untuk pengembangan di era depan dan penggunaan sesudah itu sebagai properti yang digunakan sendiri, properti yang digunakan oleh karyawan, dan properti yang digunakan sendiri yang menunggu untuk dijual. Properti yang disewakan kepada entitas lain bersama dengan bersama dengan cara sewa pembiayaan. Pengakuan

Properti investasi diakui sebagai aset terkecuali dan cuma terkecuali besar mungkin faedah ekonomik era depan yang mengenai bersama dengan bersama dengan properti investasi bakal mengalir ke entitas dan biaya perolehan properti investasi mampu diukur secara andal.

Pengukuran

Properti investasi terhadap awalnya diukur sebesar biaya perolehan. Biaya transaksi terhitung di dalam pengukuran awal tersebut. Biaya perolehan properti investasi adalah harga pembelian dan tiap tiap pengeluaran yang mampu diatribusikan secara langsung, layaknya biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya transaksi lain.

Biaya perolehan properti investasi tidak termasuk:

Biaya perintisan (kecuali biaya yang dibutuhkan untuk membawa properti ke keadaan yang di idamkan sehingga mampu digunakan cocok bersama dengan bersama dengan maksud manajemen) Kerugian operasional yang berlangsung sebelum properti investasi capai tingkat hunian yang direncanakan Jumlah tidak normal bahan baku, tenaga kerja, atau sumber kekuatan lain yang berlangsung sepanjang era pembangunan atau pengembangan properti. Biaya perolehan awal hak atas properti yang dikuasai secara sewa dan dikelompokkan sebagai properti investasi mengacu terhadap PSAK 30 Sewa yaitu aset diakui terhadap kuantitas mana yang lebih rendah pada nilai wajar properti dan nilai kini berasal dari pembayaran sewa minimum.

Setelah pengakuan awal, entitas mampu pilih pada model nilai wajar atau model biaya untuk kebijakan akuntansi atas semua properti investasinya. Untuk properti yang dikuasai lewat sewa operasi diklasifikasikan sebagai properti investasi, perlu diukur memakai model nilai wajar. Untuk properti investasi yang nilai wajarnya tidak mampu diukur secara andal atas basic berkelanjutan, perlu diukur bersama dengan bersama dengan model biaya.

Jika entitas pilih untuk memakai model nilai wajar, maka semua properti investasi bakal diukur berdasarkan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian yang timbul berasal dari perubahan nilai wajar properti investasi bakal diakui sebagai laba atau rugi terhadap periode berjalan. Jika terhadap awalnya entitas sudah mengukur properti investasi berdasarkan nilai wajar, maka entitas melanjutkan pengukuran properti tersebut berdasarkan nilai wajar hingga pelepasan terlebih terkecuali transaksi pasar yang sejenis menjadi jarang berlangsung dan harga pasar menjadi tidak banyak tersedia.

Entitas yang pilih untuk memakai model biaya, maka semua properti investasinya bakal diukur cocok bersama dengan bersama dengan ketentuan di dalam PSAK 16 Aset Tetap.

Transfer

Pengalihan ke atau berasal dari properti investasi dijalankan terkecuali dan cuma terkecuali terdapat perubahan penggunaan yang dibuktikan dengan:

Dimulainya penggunaan oleh pemilik, dialihkan berasal dari properti investasi menjadi properti yang digunakan sendiri. Dimulainya pengembangan untuk dijual, dialihkan berasal dari properti investasi menjadi persediaan. Berakhirnya penggunaan oleh pemilik,

https://www.yukampus.com/2019/11/contoh-iklan-jual-rumah.html https://www.yukampus.com/2019/08/contoh-iklan-properti.html